Senin, 13 Februari 2017

Memahami arti kehidupan di dunia

Add caption


Apa sih sebenarnya tujuan hidup kita?

Kita itu hidup seperti tiga perumpamaan.

Pertama, kita hidup di dunia ibarat orang mengungsi. Kenapa demikian? karena kehidupan di dunia itu bersifat sementara.

Ke dua, kita hidup seperti anak sekolah yang sedang menghadapi test. Kenapa demikian? karena kehidupan kita itu tidak terlepas dari ujian.

Ketiga, kita hidup ibarat orang merantau. Kenapa demikian? karena kita tidak akan selamanya di dunia. Suatu saat kita akan beralih di kehidupan yang kekal yaitu akhirat.

Terkadang setiap manusia itu tidak pernah merasakan kalau sebenarnya kita di dunia hanyalah sebentar saja. Dunia hanyalah seperti pengungsian. Jika kita tidak punya rumah, kita akan tetap di pengungsian.Jika kita sudah mempunyai tempat tinggal yang tetap, kita akan tinggalkan pengungsian itu untuk selama-lamanya.

Sama halnya dunia.Kitapun tidak akan selamanya hidup di dunia.Semua orang pasti akan mengalami kematian.Dan di situlah kita mulai sadar kalau kehidupan dunia bersifat fana.Namun kebanyakan dari manusia, selalu berangan-angan tinggi dan tidak pernah bisa mengendalikan nafsunya. Mereka cuma bisa mementingkan urusan dunia dan mengesampingkan urusan akhirat.

Kehidupan itu ujian.Ujian bukan hanya kesengsaraan saja, namun kebahagiaan dengan mempunyai harta berlimpah itu juga termasuk ujian. Ujian yang bisa menyesatkan kita dan menjerumuskan kita ke lembah maksiat.

Jika anak sekolah nilai akhirnya adalah rapor atau ijasah. Sementara ujian dunia nilai akhirnya adalah hisab neraca keadilan Allah.Siapa orang yang semasa hidupnya dia selalu mengerjakan amal saleh,beriman dan bertakwa, maka nilainya adalah hasil dari perbuatannta sewaktu di dunia. Dan dia akan di beri imbalan berupa surga yang kekal kehidupannya.Dan siapa orang yang semasa hidupnya selalu mengerjakan kemaksiatan dan kejahatan, maka nilainya adalah perbuatan mereka juga. Dan mereka akan mendapatkan balasan berupa tempat tinggal yang buruk(neraka) mereka akan kekal di dalamnya.

Namun banyak di antara kita yang lupa akan mengerti arti kehidupan.Sehingga banyak manusia yang terjerumus ke dalam jurang kemaksiatan.Mereka telah tertipu oleh kemewahan dunia, sehingga mereka melupakan urusan akhirat.
mungkin jarang dari kita orang yang menyadari akan hal itu. Jika ada, mungkin orang itu akan bergerak untuk mengerjakan ibadah dan melakukan amal saleh, dan meninggalkan hal-hal dosanya yang menjerumuskan.



Kehidupan itu ibarat perantauan.Karena hidup itu perlombaan. Bukankah kita sedang berlomba-lomba untuk merebutkan surga Allah?
Jika kita merantau,apa yang sebenarnya kita cari? Uang. mungkin itulah yang kita cari.Kita merantau untuk berebut pekerjaan dan berlomba-lomba mengais rejeki di jalan Allah untuk mendapatkan uang, yang hasilnya akan kita tabung untuk bekal kita nanti di hari tua.Bekal saat kita ingin memutuskan untuk hidup di kampung.

Begitupula dengan dunia.kita juga sebetulnya sedang berlomba-lomba untuk melakukan amal ibadah supaya kita bisa mendapatkan surga yang Allah janjikan kelak.Dan sebenarnya tujuan utama kita di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah. Itulah bentuk syukur kita kepada Allah.Allah yang telah memberi kita kehidupan dan nikmat-nikmat yang banyak. Namun kenapa kebanyakan dari manusia pada mengingkari.

Marilah mulai sekarang kita belajar merenungi, memikirkan, Untuk apa sih sebenarnya kita di ciptakan.Dan apa sebenarnya tujuan hidup kita?Sebenarnya tujuan hidup kita itu sama. Yaitu sama-sama beribadah untuk bekal kita di akhirat kelak.

Waktu itu berjalan maju.Hari kemarin tidak pernah kembali. untuk itu mari kita tingkatkan ibadah kita, Selagi kita masih di beri kesehatan dan umur panjang. Kita pergunakan waktu-waktu kita dengan baik.

Tidak ada komentar: